Lebih Dari 50% Pantai Indonesia Berpotensi Tsunami
Lebih Dari 50% Pantai Indonesia Berpotensi Tsunami
Wednesday, 12 November 2008
Jakarta - Sekitar 57 persen atau sekira 46.170 km, panjang pantai Kepulauan Indonesia, termasuk dalam wilayah yang berpotensi terkena tsunami, demikian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Keterangan pers BMKG pada peresmian Sistem Operasional
Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) di Kantor BMG Jakarta, Selasa, menyebutkan, potensi tsunami itu itu terjadi karena secara tektonis wilayah Kepulauan Indonesia berada pada zona pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia yang aktif menimbulkan gempa bumi di laut.
Oleh karena itu, lanjutnya, pasca-gemba bumi dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, kebutuhan akan suatu sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah Indonesia tidak dapat ditunda lagi.
Pada Selasa (11/10) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan
peluncuran InaTEWS yang dibangun pemerintah Indonesia dengan melibatkan 18 institusi pemerintah dan didukung finansial maupun teknologi dari lima negara donor yaitu Jerman, China, Jepang, Amerika Serikat dan Prancis.
Pada kesempatan itu Presiden juga sekaligus meresmikan pembukaan
International on Tsunami Warning (ICTW), Asia Conference on Disaster
Reduction (ACDR) 2008 di Bali dan menandatangani prasasti gedung pelayanan data dan informasi BMKG.
InaTEWS dibangun untuk melindungi segenap rakyat Indonesia dari
ancaman bahaya tsunami yang sering melanda perairan Indonesia.
InaTEWS mampu memberikan peringatan dini tsunami dalam waktu lima
menit setelah kejadian gempa bumi yang berpotensi membangkitkan tsunami.
Secara internasional keberadaan InaTWES menjadi sarana pemerintah
Indonesia untuk berkontribusi secara aktif di kancah internasional
dalam melindungi masyarakat baik kawasan Samudra India maupun Pasifik dari ancaman tsunami.
InaTEWS adalah suatu sistem peringatan dini tsunami yang komprehensif yang di dalamnya telah diterapkan teknologi baru yang dikenal sebagai "Decision Support System" (DSS).
DSS adalah sebuah sistem yang mengumpulkan semua informasi dari hasil sistem monitoring gempa, simulasi tsunami, monitoring tsunami dan deformasi kerakbumi setelah gempa terjadi.
InaTEWS pada Oktober 2008 telah mengoperasikan 116 unit "seismometer broadband", 45 unit "tide gauge" dan tiga unit "buoy"./ant
http://www.surya.co.id/web/Berita-Terkini/Lebih-Dari-50-Pantai-Indonesia...
Post new comment